Monday, July 8, 2013

Perbandingan Kasih Sayang Ibu dengan Anak

Seringkali ketika sudah menikah dan memiliki Anak, orang tua kita menjadi prioritas yang kesekian. Bila diasumsikan sebuah ruang tunggu, mungkin Anak, Istri, Kerjaan, Teman-teman yang akan menempati urutan 1,2,3,4…baru kemudian orang tua masuk daftar tunggu kita.
Kadang semakin orang tulus dan ikhlas menyayangi kita, semakin kita merasa ‘longgar’ menyayangi mereka. Kita menganggap merekalah yang harus mengerti kondisi kita.

Melahirkan
Mules..sakit..pegel..capek

Engkau hiraukan..karena sayangmu..

Karena ingin melihat dirimu..malaikat kecilku..

Ingin melihat setelah Sembilan bulan

          Engkau bersamaku..

          Tetapi kita terpisah jarak..walau satu tubuh..

          Aku ingin melihat wajahmu nak..

Keringat..mules..sakit..dapat kutahan..

Untukmu anakku..

Hanya untukmu..

Sakit..dokter tolong..sakit..banget..

          Mules sekali perutku..belum berakhir..

          Ea..ea.. suaramu..nak..

          Aku mendengar suaramu..nak

          Akhirnya kita bertemu sayang..di dunia ini

Sini ibu peluk..sini jalan ke ibu..

Sini nak..naik ke perut ibu..cari susu ibu..

Nak ayo..kamu pasti bisa..

Ayo..sayang..pasti kamu bisa..

          Ibu ingin peluk kamu sayang..

          Ibu ingin cium kamu..

          Ibu ingin melihatmu..

          Melihat dirimu setelah Sembilan bulan..

Ayo nak..jalan..ke pelukan ibu..

Ibu..ingin selalu dekat denganmu..

Ingin selalu bersamamu..

Nak..ibu sayang kamu..



Apa arti seorang ibu untuk kalian ?

Apa yang telah kalian berikan untuk ibu?
 
Seorang ibu selalu mendengarkan cerita diri kita, baik sedih maupun senang, apapun yang kita perbuat seorang ibu selalu membela kita, walau kadang kita berbuat salah, pelukan dan rangkulannya selalu siap untuk diri kita, saat susah seorang ibu akan merasakan susah, saat senang seorang ibu akan lebih senang, tetapi apakah di saat kita senang dan bahagia kita ingat dengan seorang ibu?

Ayah
Sifat tegasmu…

Sifat disiplinmu

Membentuk diriku saat ini

Kadang engkau sangat tegas

          Tanpa bisa dibantah

          Kau didik aku…

          Kau menyuruhku untuk kuat

          Untuk bertanggung jawab

Kadang aku kesal dengan sikapmu

Kadang ayah tanpa kompromi

Tanpa bisa dibantah

Semua keputusanmu

          Sifat kerasmu..lembutmu…

          Agar aku anakmu dapat bertahan

          Bertahan melawan dunia

          Bertahan agar aku kuat

Karena hidup tak semudah

Dongeng yang selalu kau ceritakan menjelang tidur

Ayah…

Terima kasih atas sifat disiplinmu..

Orang tua ikhlas jadikan kaki untuk kepala dan kepala untuk kaki karena apa dan untuk apa?

Karena mereka sangat mencintai Anda……

Tahukan kita, mereka dulu bisa gila bila tidak bertemu dan mendengar canda tawa anaknya.

Ketika kita pulang sekolah, tahukah sebenarnya mereka menunggu-nunggu diri kita untuk mau bercerita tentang apa saja yang kita lakukan seharian ini.

Tahukah kita, apabila orang tua kita selalu menceritakan kehebatan dan kemajuan kita kepada teman-temannya.

Tahukan kita bahwa tiada yang mereka inginkan didunia ini selain melihat kita bahagia…

Saat kita tertidur lelap seorang ayah memandang diri kita sambil mencium kening kita dan doa tulus terucap untuk diri kita.
 
Semua tulisan diatas merupakan kutipan dari buku " 15 menit mengenal diri sendiri dapatkan bukunya dengan memesan disini

Untuk Membeli ebook "15 Menit Mengenal Diri Sendiri" dengan harga Rp.20.000, silahkan hubungi saya di: 
 Twitter atau  di Facebook

No comments: